They offer different flash templates with latest features.
Search
Calendar
« September 2010 »
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
Calendar Event

Jambore Daerah VII Propinsi NTT
Read more...

Pacuan Balap Babi
Read more...

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata
Read more...

Contact Info
an image
BALAI TAMAN NASIONAL KELIMUTU
DIREKTORAT JENDRAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM

Jln. El tari no.16 Ende-Flores
Nusa Tenggara Timur

Phone: (0381) 23405
Fax: (0381) 23405

Hit Counter
9034

Jungle survival kelimutu

Date Post : 12-06-2009 << Back

Kisahnya di mulai pada RABU, 12 DESEMBER 2007. dari Ende Selesai makan pagi, para peserta pendakian puncak kelimutu dari 3 jalur pendakian berangkat menuju ke desa Ni0wula di Wolo Moni. Setelah acara istirahat dan makan siang, dilanjutkan dengan kegiatan perencanaan dan persiapan ulang masing-masing kelompok untuk perjalanan hari Kamis ( Peserta terbagi dalam 3 kelompok). Mengecek kembali fungsi pemakaian alat GPS dan KAMIS, 13 DESEMBER 2007 Kelompok 1 Berangkat dari Wolomoni pukul 07.00 WITA menuju ke tempat pemberangkatan dan tiba di Polsek Detusoko pada pukul 07.30 dengan diantar mobil patroli. Selanjutnya Tim yang berjumlah 9 sembilan orang menuju ke Dusun Kelameta berjalan kaki. Nama-nama dalam tim tersebut yakni : 1. Prama Gustian Balai Diklat Kupang 2. Nengah Sumendra Jayata Balai KSDA NTB 3. Permenas Baddu Balai TN. Kelimutu 4. Albertus Tamonob Balai Tn. Kelimutu 5. Hilarius Doy Dishutbun Kab. Ende 6. Julizar Riduan Balai TN. Komodo 7. Benyamin Nara Balai Besar KSDA NTT 8. Koko Suwandi Balai Besar KSDA NTT 9. Mikael Paji Pemandu Desa Kurulimbu Setibanya di Kelameta (pukul 10.30 sampai di Kelameta), tim meminjam parang di masyarakat yang sudah direncanakan. Tim istirahat dan tidak makan siang (hanya snack) dan selanjutnya menuju ke Tanamelo melalui kawasan hutan TN Kelimutu. Tim tiba di Tana Melo pukul 17.30 WITA. Tim istirahat dan mendirikan tenda di dekat mata air. Kemudian masak dan makan malam bersama. Kelompok 2 Berangkat dari Balai Desa Wolomoni pukul 07.30 WITA menuju ke rumah pemandu lokal, karena pemandu lokal yang telah dihubungi sejak H – 6 tidak datang walaupun telah dikonfirmasi ulang sebanyak tiga kali (dari mulai malam sebelum berangkat dan paginya). Mengingat pemandu lokal yang ditunggu belum juga datang (menunggu sampai jam 9) tim mencari dan mendapatkan pemandu lokal pengganti. Berangkat ke lokasi pos II di Watuburu kemudian menuju lokasi danau dengan anggota tim sebagai berikut : 1. Ika Nuurhayati Balai Diklat Kupang 2. Lalu Wirajaya BTN. Gunung Rinjani 3. Gae Pius Balai TN. Kelimutu 4. La Sahibudin Balai TN. Kelimutu 5. Alexius Kanis Dishutbun Kab. Ende 6. Yunias Jackson Benu Balai TN. Komodo 7. Alfons k. Ndoen Balai Besar KSDA NTT 8. Rodrigo Tyas Perwira W. Balai Besar KSDA NTT 9. Lorent Pemandu Desa Wolomoni Sampai di PAL Batas 237 pukul 10.00 WITA, perjalanan dilanjutkan ke arah Watu Buru. Di tengah jalan bertemu musang hasil jebakan masyarakat di pinggir jalan. Siang pukul 13.30 berhenti istirahat untuk memasak dan makan siang karena kondisi hujan, sambil mendirikan tenda sementara. Pukul 14.30 melanjutkan perjalanan ke arah Watuburu namun tidak bisa terkejar dan akhirnya pukul 18.30 berhenti di seberang area proyek rehabilitasi Ampupu. Mendirikan tenda dan makan malam. Kelompok 3 Berangkat dari Wolomoni pukul 08.00 WITA menuju ke tempat pemberangkatan di Desa Roga. Tim diantar dengan mobil patroli tiba pada pukul 09.30. Selanjutnya tim dengan jumloah anggota 9 orang menuju ketempat lokasi mata air dengan berjalan kaki. Ke- 9 orang itu adalah : 1. Abdul Malik Solahudin Balai Diklat Kehutanan Kupang 2. Thomas Babo Dishutbun Ende 3. Kuswoyo Balai TN Kelimutu 4. Alfonsus Tupen Balai TN Kelimutu 5. Tebursio Da Costa Balai TN Komodo 6. Juna Mardani Balai Besar KSDANTT/ Ruteng 7. Arif Rahman Hakim Balai Besar KSDANTT/ Ruteng 8. Lalu Haris Munandar Balai KSDA NTB 9. Mikael Paji Pemandu lokal (Desa Kurulimbu) Sesampainya di tempat tujuan yang sudah direncanakan, pada pukul 16.30 Tim istirahat dan mendirikan tenda untuk menginap didalam hutan dengan membagi tugas masing-masing sambil mempersiapkan makan malam JUM'AT, 14 DESEMBER 2007 Kelompok I Tim berjumlah 9 orang berangkat dari tempat mendirikan tenda pukul 07.00 WITA menuju ke Deturia. Setelah sarapan pagi dengan nasi, sambil berjalan tim istirahat tapi tidak berhenti. Untuk makan siang berupa kue atau snack. Tim berharap sampai di Danau Kelimutu atau lapangan parkir pada sore hari. Mengingat kondisi hujan dan kabut maka GPS tidak berfungsi (tidak memperoleh sinyal), sehingga alat navigasi yang dapat dipergunakan hanya kompas dan peta serta alat komunikasi HP. Sampai saat tersebut, hp pak prama, hilarius, permenas, riduan, koko, I nengah Sumendra J. dengan kondisi baterai masih bagus sehingga masih bisa memberitahukan posisi (koordinat) di lokasi mana tim berada. Karena kondisi hujan, tim bermalam kembali di antara Deturia dan Kelimutu di atas punggung bukit kecil dengan kondisi logistik masih cukup namun tidak mendirikan tenda hanya menggunakan sleeping bag untuk tidur. Tim tidak masak karena air yang dibawa sudah habis dan untuk mengambil ke bawah agak jauh sekitar 200 meter ke bawah dengan kondisi terjal. Kelompok 2 Melanjutkan perjalanan, ada salah jalan yang seharusnya menuju Watuburu malah masuk ke dalam hutan sampai pukul 10.30 WITA. Gae Pius, Alex, Lorent mengadakan ritual adat bertiga untuk memohon petunjuk ada sinyal HP dari Nangapanda. Memutuskan untuk mendaki tebing karena harus menuju ke arah hutan Ampupu. Siang pukul 12.45 berhenti di Watuburu untuk menjahit tas Pak Pius yang rusak dan istirahat untuk makan snack dan makanan yang masih ada. Persediaan sudah tidak ada, tinggal 1 botol pocari sweat dan dibagi rata. Ada kontak dengan Pak Saud Kelimutu di Pos jaga TN Kelimutu untuk memberitahukan posisi tim ada di Watuburu. Melanjutkan perjalanan menuju Danau Ambil jalur kiri dan ketemu dengan jalur treking sampai pada jalur 60. Diputuskan untuk menuju desa terdekat yaitu Ratebeke karena kondisi hujan dan tidak mungkin kembali ke jalur Deturia untuk menuju puncak. Melewati jalur, tinggal snack-snack sisa untuk ganjal perut. Malam pukul 21.00 baru sampai di Ratubeke seltelah melewati kebun kopi. Tim dijemput pak Saud dan menuju ke pos Kelimutu. Bermalam di Pos Kelimutu. Kelompok 3 Tim berjumlah 9 orang berangkat dari tempat mendirikan tenda pukul 07.30 WITA menuju ke puncak danau yang telah ditentukan oleh panitia stl sarapan pagi dengan nasi. Sambil berjalan tim istirahat tapi tidak berhenti untuk makan siang hanya makan kue atau snack, harapannya siang sampai di Danau Kelimutu. Tepat jam 10.30 tim sampai dipuncak danau tiga yaitu danau Ata Mbupu dan istirahat sebentar untuk melepaskan lelah kemudian bergerak kembali menuju lapangan parkir, sesampainya ditempat tujuan tim membagi tugas masing-masing sambil menyiapkan makan siang. SABTU, 15 DESEMBER 2007 Kelompok 1 Pagi-pagi jam 06.30 Albert mengambil air ke bawah dengan membawa 4 vedples kapasitas dan sampai kembali ke camp jam 7.15 Tim hanya memasak 6 butir telur dibagi untuk 9 orang dan minum air mentah saja. Kemudian tim berangkat menuju ke lapangan parkir. Kompas warna hitam diketahui hilang dan belum bisa ditemukan. Pada Jam 12.30 mereka berada di posisi LS. 08.45'33,6"-BT121.47'25" perkiraan sekitar 1,72 Km jarak datar dari Kawah Danau 2/Danau Tiwu Nua Muri Koofai. Lokasi Keberadaan mereka diketahui melalui komunikasi via sms oleh J. Riduan dengan Ika dari BDK selaku panitia. Lanjutkan perjalanan menuju ke arah Danau 2 dengan memakai peralatan GPS yang dipegang bergantian antara Prama dan J. Riduan, sedangkan kompas dipegang oleh Albertus disamping peta yang dibawa Prama. Pukul 14.00-14.15 tim masih ada komunikasi dengan Thomas Babo Tim-3 bahwa tim meminta disediakan air minum dan makan. Jarak oleh tim 1 diperkirakan 500 m jarak datar dari kawah Danau 3. Pembacaan kompas tim 1 sepakat berjalan ke arah pada posisi 215', namun oleh Thomas Babo disarankan ke arah 98'-103'. Tim 1 tetap pendirian mengikuti arah kompas 215'. Ternyata arah menuju puncak bukit dekat Watu Buru pukul 17.00 Wita. Kemudian Tim memutuskan istirahat di puncak dekat Watu Buru. Karena kondisi lemah tidak melanjutkan perjalanan. Prama menyarankan ke anggota tim yang masih sanggup berjalan ke kelimutu untuk melanjutkan perjalanan mencari pertolongan. Ternyata hanya 2 orang yang menyanggupi mencari pertolongan, Permenas Baddu dan Mikael Paji. Ke- 2 orang ini berangkat pukul 18.00 sore, sementara yang lain tetap di tempat. Mereka berjalan menuju ke arah kompas 215'. Sekitar pukul 19.00 mereka beristirahat di Wolo Dubu. Diperoleh informasi pula bahwa Permenas melalui HP meminta dijemput karena Tim lemah, dan tidak terdapat lagi persediaan air. Kepada Tim disarankan berdiam saja dan tidak perlu bergeser, serta menyampaikan koordinat posisi berada. Diperoleh informasi bahwa posisi berada di LS 8 derajat 40 menit 39,8 detik dan BT 121 derajat 47 menit 41 detik. Tim penjemput bergerak ke arah dimaksud dengan melibatkan masyarakat lokal waturaka/kader koneservasi. Mengingat cuaca tim tidak dapat mencapai lokasi tersebut. Kelompok 2 dan 3 Selesai sarapan jam 8 berangkat ke lapangan parkir TN Kelimutu untuk praktek Pertolongan Pertama dan evaluasi kegiatan. Pukul 11.00 berangkat ke Tugu Kelimutu (danau tiga warna) bersama kelompok 1 karena informasi terakhir dari kelompok satu perkiraan mereka tiba di danau sekitar pukul 11.00. Dua kelompok membawakan logistik untuk kelompok satu. Sambil mempersiapkan upacara penutupan di atas dengan membawa bendera merah putih sambil terus berkomunikasi dengan pak Riduan anggota kelompok I, menunggu teman yang belum datang di pos TN Kelimutu bersama kelompok 3. Memantau keberadaan kel 3. Pukul 11.00 belum datang, Kelompok I (Riduan) menginformasikan kembali kepada panitia (Ika) via sms bahwa posisi mereka berada pada LS. 08.45'33,6" - BT121.47'25". Diperhitungkan oleh kelompok II dan III dengan bantuan GPS jarak datar yang harus ditempuh masih sepanjang 1,72 km sehingga diperkirakan pukul 15.00 - 16.00 sudah sampai di danau. Selanjutnya ada informasi kembali bahwa mereka sudah berada di balik Danau 2 (via sms dari J. Riduan ke Ika) MINGGU, 16 DESEMBER 2007 Pagi Sekitar 06.30 Wita Permenas naik pohon sambil memanggil tim 1 untuk mengikuti ke arah mereka. Dilihat oleh Permenas Baddu, Tim 1 yang hanya tinggal 7 orang bukannya mengikuti arah suara Permenas, melainkan turun ke arah kiri Bukit Woro Dubu. Ke-2 orang ini menuju ke Mutu Busa desa Sokoria dan tiba di tempat sekitar jam 11.00 Wita. Di Daerah tsb tidak ada listrik dan kebetulan ada ojek. Permenas menumpang ojek menuju Ende. Permenas melakukan kontak ke Thomas Bobo sekitar 13.00 Wita. PROSES PEMBERIAN BANTUAN DAN EVAKUASI KELOMPOK I JUM'AT, 14 DESEMBER 2007 Pukul 07.00, pemberitahuan kepada pihak TN Kelimutu bahwa ada satu kelompok yang belum sampai di danau, sehingga upacara penutupan kemungkinan belum bisa dilaksanakan pada hari Sabtu sesuai skedul yang telah ditentukan. SABTU, 15 DESEMBER 2007 Pemberitahuan kepada Pak Alfons Hana selaku Kepala Seksi Wilayah I Moni TN Kelimutu yang rencananya akan menutup Diklat Jungle Survival mewakili Bapak Kepala Balai TN Kelimutu (Ir. Gatot Soebiantoro, MSc) melaksanakan tugas di Kupang bahwa acara Penutupan diundur sampai pukul 11.00 WITA menunggu kedatangan kelompok I. Kelompok II dan III beserta panitia menunggu kedatangan Kelompok I yabaca peta dg benar tiba pukul 11.00 di tugu (Danau Tiga Warna). Setelah pukul 11.00 WITA kelompok I belum namun tidak gegabah terus diusahakan kontak dengan kelompok I. Pukul 11.00 lebih kelompok I (Riduan) menginformasikan kembali kepada panitia (Ika) via sms bahwa posisi mereka berada pada LS. 08.45'33,6" - BT121.47'25". Diperhitungkan oleh kelompok II dan III dengan bantuan GPS jarak datar yang harus ditempuh masih sepanjang 1,72 km sehingga diperkirakan pukul 15.00 - 16.00 sudah sampai di danau. Sekitar 30 menit kemudian ada informasi kembali bahwa mereka sudah berada di balik Danau 2/Danau Tiwu Nua Muri Koofai. (via sms dari J. Riduan ke Ika). Selanjutnya pukul 11.30 Gae Pius (panitia), Melky M. Blegur (panitiar), Yunias Jackson Benu (peserta) menyusul ke ordinat yang ditunjukkan oleh Kelompok I untuk memberikan makanan dan minuman. Sambil membawa parang sampai pukul 17.00 ketiganya belum bisa menemukan keberadaan Kelompok I dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali karena kondisi hujan dan peralatan yang dibawa tidak lengkap. Kontak dengan kelompok II sempat terhenti. Ada informasi kembali dari kelompok I bahwa posisi mereka sekarang berubah yang semula berada di belakang Danau 2 sekarang di belakang Danau 3. (dari J. Riduan ke Gae Pius via sms). Ketiganya kembali di Tugu. Masyarakat tetap bergerak (5 orang) bersama Dominggus menyusul mencari kelompok II dari Tugu ke arah Danau 3. Dilakukan pembacaan GPS kembali bahwa jarak datar datar 2,7 km. Melihat jarak datar 2,7 km disarankan masyarakat kembali pulang dan pencarian dilanjutkan hari berikutnya karena waktu sudah malam. Saud (TN Kelimutu), Gae Pius (TN Kelimutu), Yunias Jackson menginformasikan kepada kelompok Pak Prama agar stop di tempat dan menunggu tim penjemput besok pagi. Tim tiba kembali di Pos Moni pukul 21.00 WITA. Amrosius (sesepuh adat di Moni) membuat kesepakatan kesepakatan bersama dengan panitia dan peserta bahwa perlu ada ritual di Perekonde (Pusat Ritual Adat di kawasan TN Kelimutu) dengan tujuan untu meminta ijin masuk di lokasi dan agar diberikan petunjuk melalui salah satu dari Tim. Kepala Balai dan KBTU TN Kelimutu melaporkan ke Polres Ende dan Dandim 1602 bahwa ada salah satu kelompok Tim Diklat Jungle Survival belum kembali sesuai dengan yang dijadwalkan dan memohon bantuan ke Polres dan Dandim agar dapat bersiap-siap untuk evakuasi korban apabila sewaktu-waktu diperlukan. Kepala Balai TN Kelimutu menuju Pos Moni untuk langsung memantau proses evakuasi Pukul I5.30 WITA Kelompok II dan III kembali ke Ende dengan patroli untuk memantau kondisi kelompok I sambil mempersiapkan evakuasi hari berikutnya. Disepakati tim evakuasi berangkat pukul 05.00 WITA MINGGU, 16 DESEMBER 2007 Pencarian dilaksanakan kembali oleh masyarakat dan TNK sebanyak 12 orang mulai pukul 08.00 s.d. 20.00 WITA. Kelompok I belum ditemukan. Terdapat informasi bahwa pada jam 06.00 pagi, masih dilakukan kontak langsung melalui pembicaraan HP J. Ridwan ke Saud oloan S, memberitahukan bahwa tim 1 tetap akan bergerak karena melihat ke arah Demulaka yang diperkirakan dekat. Namun Saud dan Alfons Tupen an Kepala Balai menekankan untuk tetap bertahan pada poisisi tersebut. Tim penjemput yang terdiri dari unsur TNK, Masayarakat, Dishutbun Kab Ende bergerak menuju lokasi dimaksud. Namun ternyata tidak dijumpai satupun anggota tim kecuali barang-barang berupa sleeping bag 2 buah, makanan kaleng, tenda 1 buah di lokasi. Tim penjemput melakukan penyisiran jejak yang ada namun sampai dengan 13.00 tidak diketemukan arah jejak tim 1. Tim penyisir melanjutkan perjalan menyisr jejak yang ternyata adalah jejak dari 2 (dua) orang dari anggota tim 1 yang terlebih dahulu turun mencari bantuan. Tim penyisir tidak menemukan tanda-tanda lainnya, kemudian turun ke Retebeke-Sokoria. Diperoleh informasi yang diterima sms dari J Ridwan kepada Ka Balai di ratebeke – sokoria (posko tim evakuasi) jam 15.32 yang menyebutkan bahwa Koko jatuh dari tebing. Kritis, di kali tanpa menyebutkan lokasinya. Diketahui bahwa 2 (dua) orang dari tim yang tersesat diketemukan telah di Ende yakni Permenas Beddu dan Mikael Paji. Kepada yang bersangkutan diminta konfirmasinya tentang lokasi kemungkinan keberadaan/terakhir berpisah dengan tim tersebutMempertimbangkan tidak adanya informasi lanjut keberadaannya maka tim evakuasi kembali ke Ende untuk merencanakan langkah berikutnya sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak lain. Kepala Balai dan Kepala SBTU ke Kapolres untuk memohon Polres dapat menurunkan tim SAR-nya (BRIMOP) guna membantu pencaharian dan evakuasi. Koordinasi juga dialkukan dengan Ka Dishutbun Ende untuk penambahan personil, serta dengan Ka Dis Kesehatan untuk menurunkan Tim medis di Posko. Disepakti bahwa POSKO ditetapkan di Retebeke – Sokoria. Koordinasi dialkukan pula oleh Ka Seksi I dan II untuk dpat menggerakan PAMSwakarsa di beberapa desa yang dimungkinkan menjadi tujuan turunnya Tim I. Disepakati bahwa pencarian dimulai jam 05.00 SENIN, 16 DESEMBER 2007 Tim Evakuasi bergerak menuju sasaran yang diperkirakan, berdasarkan informasi tentang jatuh dan awal berpisahnya 2 orang (permenas beddu dan Mikael Paji) terdahulu dengan dibantu masyarakat Kuru Limbu dan Sokoria, serta pam swakarsa desa-2 sekitar. Sampai dengan pukul 12.00 tidak terdapat informasi. Pada jam 13.00 tim penyisir memperoleh informasi tentang kedudukan peserta yang terjatuh dan rombongan yang lain yang tersisa yakni di daerah Watuburu di kali sebagaimana sms yang diterima. Bersamaan dengan waktu tersebut, ditemukan Albert di Aemerah – sokoria dalam keadaan lemas pada jam 14.00 oleh Saud yang selanjutnya menghubungi tim medis. Saat dikonfirmasi Albert mengatakan agar segera menolong Koko Suwandi yang jatuh dari tebing. Albert selanjutnya ditangani tim medis dan dirawat di RS Ende. Fokus penanganan selanjutnya ke lokasi kali di sekitar watuburu. Korban Koko ditemukan kelompok masyarakat yang tergabung dengan Tim Evakuasi dari Desa Ndito di sebuah tebing kalimati dan air terjun di kedalam sekitar 30 meter. Selanjutnya tim Evakuasi bersama-sama masyarakat berupaya untuk menaikkan korban. Bersamaan dengan waktunya diperoleh informasi dari 6 orang yang tersisa tinggal 4 orang karena 2 orang yang lain telah pula berangkat ke desa yang diyakini dekat dengan lokasi (Prama dan Nengah). Arah yang dituju oleh keduanya menuju Dusun Toba – Desa Roga, Kecamat Ndona Timur. Korban Koko Suwandi dapat dinaikkan dari tebing pada pukul 16.00 dan selanjutnya Tim evakuasi berusaha untuk menurunkan ke arah aemoka – Sokoria. Sementara tim fokus ke Korban Koko Suwandi dan kawan sejumalh 4 orang, di posko dilakukan upaya pencharian Prama dan Nengah yang mengarah ke Toba. Sambil menunggu evakuasi Koko Suwandi dan kawan-kawan yang diperkirakan sampai di Aemoka jam 20.00, Tim SAR dari Maumere tiba dan langsung merancang untuk pencarian Pram dan Nengah yang melalui sms yang bersangkutan berada di dekat dusun Toba (jam 19.00). Kepada yang bersangkutan agar tetap bertahan tidak bergeser dari lokasi tersebut karena beberapa kawsan terdapat daerah gas beracun. Tim selanjutnya membagi dua yakni Tim 1 yang terfokus urusan penanganan koko suwandi dan tim 2 menuju pencarian prama dan nengah melalui desa Roga menuju dusun Toba. Puskesmas Roga sekaligus sebagai tempat penstabilan/pennagan awal Prama dan Nengah jika telah ditemukan. Pad pukul 21.00 diterima informasi bahwa Tim evakuasi Koko Suwandi Cs memberitahukan bahwa korban akan diturunkan ke Retebeke (berubah dari rencana semula di Aemoka), saat tersebut telah berada di punggung bukit wolodulu. Sampai dengan pukul 01.00 dinihari (senin) tidak terdapat informasi dari kedua Tim evakuasi. Pada 01.30 Tim evakuasi Koko Suwandi Cs memutuskan bahwa karena lemah dan tidak mengkin dijalankan, memutuskan tetap bermalam di punggung bukit wolodulu, sebagian masyarakat yang tergabung turun bukit, sebagian lainnya tetap tinggal bersama tim evakuasi istirahat dan akan melanjutkan pada saat matahrai terbit. Pada pukul 04.00 dini hari tim evakuasi Prama dan Nengah memperoleh informasi bahwa yang bersangkutan dapat diketemukan, dan diputuskan bersama-sama tim evakuasi tetap tinggal di Toba, baru pagi harinya dibawa ke Roga (Puskesmas Posko 2). Tim medis dan lainnya beristirahat sampai menunggu evakuasi kedua tim. SELASA 17 Desember 2007 Mempertimbangkan kondisi Tim evakuasi Koko Suwnadi Cs yang lemah (sesuai sms yang diterima), pada pagi pukul 06.00 diberangkatkan tim untuk mensupplay logistik ke bukit tempat bermalam tim dan korban. Pegawai TNK, Dishut dan masyarakat diberangkatkan dengan membawa bahanmakan dan minum menuju bukit. Pada pukul 8.00 tim evakuasi dibantu tim logistik membawa korban turun bersama-sama dan pada opukul 10.00 tiba di posko dengan selamat. Tiga dari korban dalam keadaan sehat, 1 (koko suwandi) cidera dan memerlukan perawatan lanjutan. Bersama itu dari Toba-Roga Prama dan Nengah diturunkan dan di puskesmas Roga, selanjutnya pada jam 10.00 bergabung di Posko 1 (Ratebeke) dalam kedaan sehat. Selanjutnya tim medis bersama tim evakuasi lainnya bergerak menuju Ende. Tim SAR Maumere langsung ke maumere. Hasil pemeriksaan, dari 9 orang yang tersesat di Kelompok 1, dua orang harus menjalani rawat inap, sedangkan 7 lainnya rawat jalan. Berkat Doa dan harapan yang selalu dipanjatkan untuk keselamatan rimbawan Nusatenggara dari seluruh Rimbawan se Nusantara akhirnya perjungan berakhir dengan tangis haru dan bahagia dari keluarga dan sahabat-sahabat seperjuangan.

Design downloaded from free website templates.