They offer different flash templates with latest features.
Search
Calendar
« February 2012 »
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829
Calendar Event

FESTIVAL ADAT KELIMUTU
Read more...

Contact Info
an image
BALAI TAMAN NASIONAL KELIMUTU
DIREKTORAT JENDRAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM

Jln. El tari no.16 Ende-Flores
Nusa Tenggara Timur

Phone: (0381) 23405
Fax: (0381) 23405

Hit Counter
78738

Local Community

    MasyarakatLio keberadaannya tidak bisa dilepaskan dengan kawasan Kelimutu, ikatan batinkeduanya sudah terjalin saat mereka ada. Masyarakat Lio yang keberadaannyasudah ratusan tahun (bahkan mungkin ribuan tahun) itu, selalu bisa hidup denganharmonis dengan alam di sekitarnya. Berdasarkan analisa geologis daerah ini (disekitar daerah Sokoria), merupakan tempat hunian semenjak masa purba/prasejarah. Namun hal ini perlu adanya kajian arkeologis yang lebih mendalam,untuk membuktikannya apakah terdapat artefak yang mendukung pernyataantersebut. Namun dari istilah lokal masyarakat Lio juga mengenal daerah yangdisebut Lio Nian Gun, yang berarti Lio Dunia Purba, sehingga kemungkinan memangada pemukiman purba, bahwa daerah ini sudah dihuni semenjak dahulu kala.

    Sehinggasangat wajar apabila masyarakat Lio mempunyai kepercayaan atau keyakinan, bahwadi kawasan Kelimutu (di puncak dan di danaunya) merupakan tempat tinggal arwahnenek moyang mereka, tempat tinggal para arwah nantinya. Karena adanyaketerikatan batin dan keterikatan wilayah yang sudah berjalan ratusan tahuntersebut, menyebabkan masyarakat Lio sangat tergantung pada kawasan ini (TamanNasional Kelimutu). Sehingga sangatlah mustahil apabila mereka akan merusakkawasan ini, sebaliknya mereka akan menjaga, merawat, dan mempertahankannyasecara mati-matian, apabila ada yang berani merusak kawasan ini. Jadi tinggalbagaimana pihak Taman Nasioanal Kelimutu merangkul masyarakat Lio, untuk diajakmengelola kawasan ini. Bagaimana memanfaatkan kearifan tradisional mereka,untuk meningkatkan potensi kawasan Taman Nasional Kelimutu agar lebih dikenal,lebih banyak dikunjungi, dan lebih dikenal dunia. Sehingga secara tidaklangsung juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lio, yang berada di sekitarkawasan Taman Nasional Kelimutu. Saat ini masyarakat Lio berada pada masatransisi, masa perubahan, masa peralihan, sehingga bisa dikatakan bahwamasyarakat Lio adalah masyarakat transisional. Kondisi dimana sebuah masyarakatdi satu sisi telah menginjak dunia atau alam modern/kemajuan, namun di sisilain mereka juga belum sepenuhnya meninggalkan alam tradisional, dunia adatmereka. Masyarakat Lio sudah mengenal produk teknologi tinggi seperti handphone, telivisi, sepeda motor,parabola, serta barang-barang elektronik lainnya. Namun mereka juga tetapmelaksanakan tradisi, ritual adat dalam berbagai aspek kehidupannya sepertipenentuan hari baik, ritual yang berkaitan dengan kematian, kelahiran, danlain-lain.Disamping bekerja sebagai penggarap ladang/kebun sebagian dari merekaada juga yang memelihara ternak dengan skala kecil dan masih bersifattradisional. Ternak yang mereka pelihara antara lain sapi, babi, kerbau,kambing dan ayam.Seperti umumnyamasyarakat lain suku Lio dalam pergaulan sehari-hari berbahasa suku Lio. Merekamemiliki adat istiadat yang masih melekat dan ditaati oleh seluruh anggotamasyarakatnya, seperti dalam hal upacara perkawinan, upacara waktu tanam danpanen, membuat/memperbaiki rumah adat (keda) dan lain-lain. Mereka jugamengenal waktu-waktu tertentu yang menurut mereka tidak boleh ada aktivitasatau pekerjaan (Joka Ju) seperti berkebun, berladang dan lain-lain yang apabiladilanggar terkena sanksi adat (Poi).

    Keberadaan kepala desa yang rata-rata jugamerupakan seorang ketua adat (mosalaki), memberikan keuntungan ganda baik bagipemerintah daerah maupun bagi masyarakat Lio sendiri. Karena masyarakat Liomasih taat dengan ketentuan-ketentuan adat, dengan peraturan-peraturan adat,dengan pimpinan adat mereka, maka jabatan rangkap tersebut sangat tepatdilaksanakan. Program-program pemerintah akan banyak mendapatkan dukungan,mendapatkan sambutan yang baik, berhasil dilaksanakan berkat peranan kepaladesa yang juga seorang mosalaki.Sebab masyarakat akan lebih mau mendengarkan perintah-perintah pimpinan adatmereka, dibandingkan dengan pihak luar yang belum mengerti serta mendalami adatmereka. Sehingga pihak TNKL bisa lebih mengintensifkan hubungan dengan parakepala desa yang berada di sekitar kawasan taman nasional, agar masyarakat Liobisa benar-benar ikut menjaga, mengamankan, melestarikan aset nasional yangsangat berharga ini. Karena tidak menutup kemungkinan kawasan Taman NasionalKelimutu, beserta potensi alam serta budayanya akan menjadi milik dunia,menjadi warisan dunia (world heritage), seperti halnya batik, keris, gamelan,angklung, dan Borobudur.Kehidupan beragama masyarakat Lio bisa sejalan dengankehidupan adat mereka. Hal ini terlihat seperti halnya dalam acara keagamaanKatolik yaitu komuni suci pertama/ sambutbaru, kegiatan ini biasanya disejalankan dengan ritual dalam menyambut seoranganak menjelang masa akil baliq (inisiasi). Kegiatan tersebut dilaksanakansecara adat, dengan acara pembunuhan babi yang ditusuk dengan sebatang besiyang membara, agar darah tidak banyak keluar sehingga  rasa dagingnyalebih enak. Padahal kegiatan keagamaan (Katolik) tidak ada acara seperti itu,namun masyarakat masih tetap melaksanakan tradisi mereka/kepercayaan dalammengungkapkan rasa syukur kepada penguasa langit dan bumi (Du'a Ngga'e), seperti dalam ungkapan adat Du'a Ghale, Lulu Wula, Gha'e Ghale dan WanaTana.

 

Design downloaded from free website templates.